KISAH KELAHIRAN YESUS KRISTUS

Kisah Orang Kudus 25 Desember 2022: Kisah Kelahiran Yesus Kristus

Hidup manusia dimulai dengan kelahiran. Di era modern ini, umumnya bayi-bayi lahir dengan keadaan yang serba berkecukupan, bahkan berkelimpahan. Mereka lahir di dalam rumah mewah, atau dalam rumah sakit yang elit, lengkap dengan peralatan medis yang mutakhir. Mereka tidak mengenal arti sebuah penderitaan dalam keadaan miskin dan papa. Bagaimana dengan bayi-bayi yang lahir dalam keadaan miskin dan dalam keadaan tersingkir?

Dalam kisah kelahiran Tuhan Yesus di dalam dunia ini, kedua orang tuanya tak mendapat sedikit pun penginapan. Terpaksa pasutri muda ‘Maria dan Yosef’ menumpang di sebuah kandang hewan. Betul, bayi Yesus lahir di tempat itu, sebuah tempat bagi binatang yang kotor, bau, lembab, dan tentunya tak terurus dengan baik. Dan bayi Yesus dibungkus dengan kain lampin, dan Ia dibaringkan di dalam palungan.

Bagaimana mungkin seorang Raja dan Tuhan Penyelamat manusia lahir dalam palungan? Ini suatu tanda yang jelas, bahwa Allah mau solider dengan kehidupan manusia. Yesus menghadirkan Allah yang berbelas kasihan kepada orang yang miskin, papa, tertindas, teraniaya, terlupakan, bahkan ditolak sama sekali oleh masyarakat.

Penulis: Arief Setyawan
Pengisi: Dionisius Agus Puguh

ADAM DAN HAWA

Kisah Orang Kudus 24 Desember 2022: Adam Dan Hawa

Adam dan Hawa adalah manusia pertama yang diciptakan Allah dan ditempatkan di Firdaus. Keduanya adalah pasangan suami-isteri pertama yang menjadi asal muasal segenap umat manusia.

Gereja mengajarkan bahwa dosa asal manusia diwariskan oleh Adam dan Hawa. Yesus Kristus, Putra Allah menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia dari belenggu dosa asal warisan Adam dan Hawa. Oleh Adam, dosa masuk dunia, tetapi oleh Yesus Kristus, Adam Kedua, manusia diselamatkan dari belenggu dosa.

Pada dasarnya `Adam’ adalah `manusia’ pada umumnya. Dalam kehidupan sehari-hari `Adam’ dipandang sebagai seorang laki-laki dan nama `pribadi’ manusia yang pertama. Hawa adalah perempuan pertama yang diciptakan Tuhan. `Hawa’ berarti ibu semua yang hidup. Adam dan Hawa diciptakan menurut citra Allah. Tuhan menciptakan Hawa sebagai pendamping dan pelengkap Adam.

Kitab Suci menggambarkan kesejajaran, bahwa Allah menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam. “Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.

Dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.” Secara hakiki mereka berbeda satu sama lain, laki-laki dan perempuan, namun tetap semartabat sebagai manusia.

Penulis: Arief Setyawan
Pengisi: Dionisius Agus Puguh

SANTO SERVULUS

Kisah Orang Kudus 23 Desember 2022: Santo Servulus

Sejak lahir Servulus menderita kelumpuhan yang ganas yang tak memungkinkannya berdiri, duduk, atau bahkan menggerakkan tangan.

Setiap hari ibu dan kakaknya membaringkannya di pintu gerbang Gereja Santo Klemens di Roma. Di sanalah ia menantikan belas kasihan orang yang lewat.

Salah satu keutamaan Servulus ialah dengan senang hati menyisihkan sebagian uang hasil pendapatannya bagi para miskin papa yang sering berkumpul sekelilingnya untuk mendengarkan nasehat dan bimbingannya.

Banyak orang kagum akan kesabaran dan ketabahannya dalam menanggung penderitaan hidup. Dari hasil mengemis, Servulus membeli Kitab Suci dan sering meminta orang membacakan untuknya.

Demikianlah ia memahami Kitab Suci, menghayatinya dan melewatkan hari-hari dengan memadahkan atau menghafalkan ayat-ayat, meditasi, dan terus-menerus mengucap syukur kepada Tuhan sebab telah mengijinkannya menjadi kurban yang boleh menanggung derita dan sengsara seperti Yesus Kristus.

Servulus pasrah kepada Tuhan. Dalam kemalangannya itu ia tidak lupa berdoa dan bersyukur kepada Tuhan atas semua yang telah diterimanya dari belaskasih begitu banyak orang.

Keadaan hina serta penderitaannya menjadi berkat dan sumber keselamatan serta sarana mencapai kesucian hidup. Ketika mendekati ajal, sang pengemis meminta mereka yang ada di sekelilingnya untuk memadahkan mazmur bersamanya.

Sekonyong-konyong ia berseru : “Ah! Tidakkah kalian mendengar musik yang bergema di surga?” Saat itulah jiwanya meninggalkan tubuhnya yang memancarkan bau harum hingga saat dimakamkan. Servulus wafat pada abad keenam.

Penulis: Arief Setyawan Pengisi: Dionisius Agus Puguh

SANTA PERAWAN MARIA

Kisah Orang Kudus 22 Desember 2022: Santa Perawan Maria

Injil Lukas 1: 26-35 mengisahkan bahwa dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud, nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata : “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertaimu.”

Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya:

“Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”

Mendengar perkataan Malaikat itu, Maria : “Bagaimana mungkin hal itu terjadi, aku belum bersuami? Kemudian Gabriel menjawab: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Maha tinggi akan menaungi engkau, sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.”

Penulis: Arief Setyawan Pengisi: Dionisius Agus Puguh

SANTO PETRUS KANISIUS

Kisah Orang Kudus 21 Desember 2022: Santo Petrus Kanisius

Tidak banyak orang dianugerahi karisma yang begitu besar seperti Petrus Kanisius. Karismanya terletak pada pandangannya yang meluncur jauh ke depan, menguak dan menyingkapkan kebutuhan zaman dan Gereja sepanjang masa terutama di bidang pendidikan dan penerbitan.

Ia lahir di Nijmegen-Belanda pada tanggal 8 Mei 1521. Pada waktu itu Nijmegen merupakan bagian dari Keuskupan Agung Koln yang masih di bawah pengawasan Jerman.

Petrus Kanisius adalah putera sulung Yakob Kanis, pengasuh putera-puteri bangsawan Lorranine dan walikota Nijmegen. Karena kecerdasan otaknya maka sudah sejak umur 15 tahun ia belajar di Universitas Koln.

Pada umur 19 tahun, Petrus Kanisius masuk Serikat Yesus. Semasa hidupnya ia menyaksikan pergolakan hebat di dalam Gereja, yaitu perpecahan di antara umat Kristen yang disebabkan Protestantisme.

Kesucian dan kariernya sangat kuat dipengaruhi oleh Petrus Faber dan Ignasius Loyola. Ia bertemu dengan Petrus Faber dalam sebuah retret. Sedangkan pengaruh dari Ignasius Loyola didapatnya karena selama 6 bulan di Roma, dia tinggal bersama Ignasius. Ia ikut ambil bagian dalam mendirikan rumah biara Yesuit di Koln, tempat ia menjalani masa novisiatnya.

Pada tahun 1546 ia ditahbiskan imam. Dalam waktu singkat ia segera terkenal sebagai seorang pengkotbah ulung. Pada waktu Konsili Trente, ia terpilih sebagai peserta dari kalangan ahli teologi. Pada tahun 1548 ia mengajar retorika di sebuah kolese Yesuit di Messina, dari Messina ia pindah ke Winna untuk tugas yang sama.

Lewat kotbah dan pengajaran agamanya yang mengagumkan, ia menanamkan pengaruhnya yang sangat besar di semua kalangan, sehingga membuat iri pihak protestan. Ia mengatakan bahwa cara terbaik untuk menyebarkan iman ialah dengan doa dan kerja keras bukan dengan mencemoohi agama lain.

Tiga kali ia ditawari jabatan uskup oleh raja tetapi ia menolaknya. Baru pada tahun 1557 ia ditunjuk oleh Ignasius menjadi administrator pada takhta keuskupan yang sedang kosong. Di masa itu ia banyak menulis buku-buku pelajaran agama atau katekismus, mendirikan sekolah dasar, kolose dan seminari.

Dengan tekun dan rajin ia mengajar, berkotbah dan menguatkan iman para rohaniwan yang mengalami krisis dalam menghayati panggilannya. Ia mempunyai keyakinan bahwa berkarya di tanah airnya sendiri tidak kalah dengan bertugas sebagai misionaris di tanah asing.

Pandangannya jauh ke depan, maka di samping pendidikan, ia juga memelopori karya penerbitan buku-buku. Kepada mereka yang mengatakan bahwa ia bekerja terlalu keras, Petrus Kanisius akan menjawab : “Jika kamu mempunyai terlalu banyak perkara untuk dikerjakan, maka dengan bantuan Tuhan, kamu akan memperoleh cukup waktu untuk mengerjakan semuanya.”

Ia meninggal dunia pada tanggal 21 Desember 1597 dalam usia 78 tahun ketika sedang bertugas di Fribourg, Switzerland. Oleh Paus Pius XI, ia digelari ‘Santo’ dan ‘Pujangga Gereja’, dan dianggap sebagai Rasul Jerman Kedua.

Penulis: Arief Setyawan. Pengisi: Dionisius Agus Puguh

SANTO FILIGON

Kisah Orang Kudus 20 Desember 2022: Santo Filigon

Filigon terkenal sebagai seorang pengacara kawakan di kota Antiokia, Asia Kecil, pada abad keempat. Ia terkenal karena pidato-pidatonya yang berapi-api dan keberaniannya membela kliennya di muka pengadilan.

Ia tidak pernah kalah dalam semua perkara yang dibelanya. Ia orang jujur dan biasanya tidak bersedia membela orang-orang yang jelas-jelas berbuat salah. Sebagai orang Kristen, ia lebih dikenal karena kesalehan dan perbuatan-perbuatan amalnya.

Pada waktu Vitalis, uskup kota Antiokia meninggal dunia, Filigon terpilih menjadi Uskup Antiokia. Pengangkatan Filigon ini menyimpang dari kebiasaan yang berlaku dalam hal pemilihan calon uskup di antara imam-imam yang ada. Atas desakan umat, Filigon akhirnya bersedia ditahbiskan menjadi uskup.

Sejak itu keahliannya diabdikannya demi kepentingan Gereja dan pembelaan iman para rasul terhadap serangan kaum bidaah. Santo Yohanes Krisostomus memujinya sebagai seorang uskup yang suci, bijaksana, lagi rajin. Ia juga memuji kemurahan hati Filigon dalam memperhatikan kepentingan umatnya.

Dalam kamus hidupnya tidak terdapat kata-kata yang menaburkan benih kebencian diantara manusia. Miliknya menjadi juga milik orang miskin. Ketenangan jiwanya tidak pernah terganggu oleh kecemasan akan harta benda duniawi, hatinya tiada pernah ke san. Lima tahun sesudah menjabat uskup, Filigon meninggal dunia.

Penulis: Arief Setyawan. Pengisi: Dionisius Agus Puguh

SANTO NEMESIO

Kisah Orang Kudus 19 Desember 2022: Santo Nemesio

Nemesio berkebangsaan Mesir. Pada waktu Kaisar Decius melancarkan penganiayaan terhadap umat Kristen dan gencar menghambat kemajuan agama Kristen, ia berada di Aleksandria.

Ia bukan saja seorang serani yang baik, melainkan juga seorang rasul yang giat. Oleh sebab itu ia dibenci oleh orang-orang kafir yang fanatik, ditangkap, dan diajukan ke pengadilan dengan tuduhan sebagai seorang pencuri. Ia kemudian dilepaskan lagi karena ternyata tidak bersalah.

Tidak lama kemudian ia sekali lagi ditangkap karena imannya dan dibawa ke pengadilan Prefek Romawi di Aleksandria.Terdorong oleh cinta kasih kepada penebusnya, Nemesio dengan sabar dan gembira menanggung semua penderitaan yang ditimpakan kepadanya. Ia mengerti bahwa seperti para rasul di Sanhendrin, ia telah dipandang layak menderita penghinaan karena Yesus. Akhirnya ia dihukum mati bakar bersama dengan beberapa penjahat kakap di daerah itu.

Empat orang prajurit Romawi yang beragama Kristen dan seorang lainnya mendampingi Nemesio dalam saat-saat terakhir menghadapi maut. Mereka menghibur dia dan memberinya makan. Namun perbuatan mereka itu diketahui oleh Prefek Aleksandria, kelima orang serani itu pun dihukum mati dengan pedang. Nemesio mati sebagai martir pada tahun 247.

Penulis: Arief Setyawan Pengisi: Dionisius Agus Puguh

SANTA MAKRINA MUDA

Kisah Orang Kudus 18 Desember 2022: Santa Makrina Muda

Kaum kerabat Santa Makrina Muda yang hidup di Asia Kecil sangat masyhur, baik dipandang dari pihak ayahnya, maupun dari pihak ibunya. Hal itu bukanlah disebabkan oleh kekayaan mereka atau keunggulan duniawi lainnya melainkan oleh keutamaan hidupnya yang saleh.

Orang-tua ayahnya kehilangan segala-galanya sewaktu terjadi penganiayaan terhadap umat Kristen dan penghambatan agama, lalu terpaksa melarikan diri ke hutan dan tinggal di persembunyian itu selama tujuh tahun. Nenek dan ayah dari ibunya mati terbunuh sebagai martir.

Ayahnya, Basilius Tua, serta ibunya, Emilia, dihormati juga sebagai orang kudus. Kecuali itu dari antara sembilan adiknya, tiga orang menjadi sokoguru Gereja yang saleh dan kokoh imannya.

Makrina adalah anak sulung dari keluarga yang luar biasa itu. Sepeninggal tunangannya, Makrina memilih cara hidup murni. Ia membantu ibunya mendidik adik-adiknya.

Adiknya laki-laki yang pertama, Santo Basilius, menjadi orang kudus terkenal dengan gelar Basilius Agung dan Bapa para Rahib di Gereja Timur dan Bapa Gereja.

Adiknya yang kedua, Naukratius, memilih hidup sebagai seorang awam, Naukratius sangat dermawan terhadap orang-orang miskin. Adiknya yang lain, Santo Gregorius dari Nyssa, dihormati sebagai Bapa Gereja. Sedangkan adiknya, Santo Petrus Sebaste, menjadi Uskup di Sebaste dan dinyatakan kudus juga.

Ketika adik-adiknya semua telah dewasa, Makrina masuk biara yang didirikan oleh Santo Basilius Agung. Santa Makrina wafat pada tahun 379 dalam keadaan miskin papa. Riwayat hidupnya disusun oleh Santo Gregorius dari Nyssa. (*)

Penulis: Arief Setyawan. Pengisi: Dionisius Agus Puguh

SANTO LAZARUS


Kisah Orang Kudus 17 Desember 2022: Santo Lazarus

Lazarus dari Betania, juga dikenal sebagai Santo Lazarus. Dia adalah seseorang yang dibangkitkan oleh Yesus setelah empat hari kematiannya.

Kisah mengenai mujizat ini tercatat dalam kitab Perjanjian Baru yaitu Injil Yohanes. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta. Lazarus adalah saudara kedua perempuan itu. Betania terletak dekat Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya.

Ketika Lazarus sakit, Maria dan Marta mengirim kabar kepada Yesus. Ketika Yesus mendengar kabar itu, Yesus mengatakan bahwa oleh karena penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan. Ketika Yesus dan para murid tiba, didapati-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur. Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya.

Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. Maka kata Marta kepada Yesus : “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.”

Yesus menjawab : “Akulah kebangkitan dan hidup, barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini? Marta berkata bahwa ia percaya Yesus adalah Mesias.

Sesudah berkata demikian ia pergi memanggil saudaranya Maria dan mengatakan bahwa Yesus ada di sana. Mendengar itu Maria segera bangkit lalu pergi mendapatkan Yesus.

Mereka menunjukkan di mana Lazarus dikuburkan. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu. Lalu Yesus meminta agar tutup batu kubur itu diangkat. Maka mereka mengangkat batu itu.

Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata : “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”

Sesudah berkata demikian, berserulah Yesus dengan suara keras : “Lazarus, marilah ke luar!” Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: “Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.”

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya. Dari peristiwa itu kita mengenal terjadinya mukjizat Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian. (*)

Penulis: Arief Setyawan | Pengisi: Dionisius Agus Puguh

SANTO STURMIUS

Kisah Orang Kudus 16 Desember 2022: Santo Sturmius

Sturmius lahir pada tahun 715 di Bavaria. Ia dididik oleh Santo Wigbert di Biara Fritzlar di bawah bimbingan Santo Bonifasius. Kemudian ia menjadi seorang Imam dan menjadi misionaris di Westphalia selama tiga tahun.

Lalu ia menjadi seorang pertapa di Hersfeld, di mana ia mencoba mendirikan sebuah biara pada tahun 742, tetapi ia harus melarikan diri dari kejaran perampok Saxon.

Ia kemudian mendirikan biara di Fulda pada tahun 744, dan menjadi Abbas pertama. Ia juga merupakan orang Jerman pertama yang menjadi seorang Benediktin dan menerapkan aturan Benediktin pada rumahnya. Ia kemudian terlibat pertengkaran dengan Uskup Santo Lullus dari Mainz terhadap yurisdiksi biaranya.

Pada tahun 763, Sturmius di asingkan oleh Raja Pepin, tetapi hal ini mendapat perlawanan dari para biarawan. Hal ini membuat Raja Pepin memanggilnya kembali setelah dua tahun dalam pengasingan.

Pada tahun 774, Biara Fulda menerima perlindungan kerajaan dari Charlemagne. Pada tahun yang sama, Fulda ditugaskan wilayah misionaris di Saxony kafir, sehingga menjadi jembatan dalam upaya politik untuk merebut tanah Saxon. Sturmius mendirikan biara St Bonifasius di Hamelin.

Kisah lain mengatakan Sturmius ikut berperang bersama Kaisar Karolus Agung. Tapi jatuh sakit dan meninggal tak lama setelah kembali ke Fulda pada tanggal 17 Desember 779, di mana ia dimakamkan di katedral. Sturmius dikanonisasi pada tahun 1139 oleh Paus Innocentius II. (*)

Penulis : Arief Setyawan Pengisi: Dionisius Agus Puguh