SANTA KRISTIANA

Kisah Orang Kudus 15 Desember 2022: Santa Kristiana

Pada awal permulaan abad ke-4, seorang budak belian yang tidak dikenal namanya diseret ke muka pengadilan dan dipenjarakan di kota itu. Ketika ditanyai oleh hakim, dengan tenang tetapi tegas ia memperkenalkan diri sebagai orang Kristen.

Di kota itu ia memang terkenal sebagai orang yang saleh, bersahaja hidupnya dan murni kepribadiannya. Ia banyak berdoa. Cara hidupnya itu sangat menarik simpati masyarakat. Banyak orang datang kepadanya untuk meminta bimbingan.

Pada suatu hari seorang ibu datang kepadanya dengan membawa serta bayinya yang sedang sakit untuk didoakan. Berita tentang peristiwa ini menggegerkan segenap penduduk kota itu. Ratu Iberia sendiri kebetulan juga sedang sakit, ia pergi kepada Kristiana untuk didoakan kesembuhannya. Ternyata sang ratu pun disembuhkan.

Hal itu disampaikan kepada raja, dan raja benar-benar heran akan peristiwa penyembuhan permaisurinya. Pada suatu hari raja tersesat di dalam hutan sewaktu berburu, dalam kebingungan ia berkata : “Kalau Yesus betul-betul Allah dan mau menunjukkan jalan bagiku maka saya akan percaya kepada-Nya.”

Dalam sekejap raja menemukan jalan keluar dari ketersesatannya. Sejak itu ia bersama permaisurinya bertobat dan menjadi Kristen. Gadis tak dikenal namanya itu kemudian dinamakan masyarakat setempat Nino. Dalam buku para Martir Roma, ia disebut Kristiana.

Sang Raja dengan isterinya minta diajari agama oleh Nino. Maka Nino pun bebas mengajar agama ke mana-mana. Ia bahkan diizinkan mendirikan gereja. Raja mengirim utusan ke Kaisar Konstantinus, minta supaya dikirim uskup dan imam-imam ke sana untuk mengajar agama di seluruh Georgia. Nino undur diri sebagai pertapa di Bodbe, Kakheti, dan wafat pada tahun 320.

Penulis: Arief Setyawan Pengisi: Dionisius Agus Puguh

SANTO YOHANES DARI SALIB

Kisah Orang Kudus 14 Desember 2022: Santo Yohanes dari Salib

Yohanes dari Salib dilahirkan pada tahun 1542 di Spanyol. Ia bersekolah sambil bekerja sebagai pelayan rumah sakit.

Pada usia 20 satu tahun ia masuk biara Ordo Karmelit dan ditahbiskan pada tahun 1567. Ia berjumpa dengan Santa Theresia dari Avila yang mendorongnya untuk menghidupkan kembali semangat asli ordonya.

Saudara-saudara seordo banyak yang tidak setuju. Ia pun mengalami banyak cobaan dan kesulitan. Usaha pembaharuan yang dilakukannya membuatnya dijebloskan ke dalam penjara biara dan diperlakukan dengan kejam. Itulah salibnya. Yohanes tidak patah semangat. Salib Kristus membawa kebangkitan.

Cobaan dan kesulitan yang dialami justru memperbaharui hidup batinnya dan menambah kekayaan rohaninya. Pengalaman hidup batin berkat bimbingan Roh Kudus dilukiskannya dalam bentuk tulisan ‘Pendakian Gunung Karmel’ dan ‘Malam Gelap Gulita’.

Akhirnya, pada tanggal 13 Desember 1591 Yohanes Salib meninggal dunia dalam usia 49 tahun dengan kata-kata : “Ke dalam tangan-Mu ya Tuhan, kuserahkan rohku.”

Penulis: Arief Setyawan

Pengisi: Dionisius Agus Puguh

SANTA LUSIA

Kisah Orang Kudus 13 Desember 2022: Santa Lusia

Lusia lahir di Sirakusa, Italia pada abad ke-4. Orangtuanya adalah bangsawan Italia yang beragama Kristen. Ayahnya meninggal dunia ketika ia masih kecil, sehingga perkembangan dirinya sebagian besar ada dalam tanggungjawab ibunya Eutychia.

Sejak usia remaja, Lusia sudah berikrar untuk hidup suci murni. Ia berjanji tidak menikah. Namun ketika sudah besar, ibunya mendesak dia agar mau menikah dengan seorang pemuda kafir. Hal ini ditolaknya dengan tegas.

Pada suatu ketika ibunya jatuh sakit. Lusia mengusulkan agar ibunya berziarah ke makam Santa Agatha di Kathania untuk memohon kesembuhan. Usulannya ditanggapi baik oleh ibunya. Segera mereka ke Kathania. Apa yang dikatakan Lusia ternyata benar-benar dialami ibunya. Doa permohonan mereka dikabulkan, sang ibu sembuh. Bahkan Santa Agatha sendiri menampakkan diri kepada mereka berdua.

Sebagai tanda syukur, Lusia diizinkan ibunya tetap teguh dan setia pada kaul kemurnian hidup yang sudah diikrarkannya kepada Kristus. Kekaisaran Romawi pada waktu itu diperintah oleh Diokletianus, seorang kaisar kafir yang bengis.

Ia menganggap diri keturunan dewa, oleh sebab itu seluruh rakyat harus menyembahnya atau menyembah patung dewa-dewa Romawi.

Umat Kristen yang gigih membela dan mempertahankan imannya menjadi korban kebengisan Diokletianus. Mereka ditangkap, disiksa dan dibunuh. Situasi ini menjadi kesempatan emas bagi pemuda-pemuda yang menaruh hati pada Lusia namun ditolak lamarannya.

Mereka benci dan bertekad membalas dendamnya dengan melaporkan identitas keluarga Lusia sebagai keluarga Kristen kepada kaisar. Kaisar termakan laporan ini sehingga Lusia pun ditangkap. Mereka merayu dan membujuknya dengan berbagai cara agar bisa memperoleh kemurniannya.

Tetapi Lusia tak terkalahkan. Ia bertahan dengan gagah berani. Para musuhnya tidak mampu menggerakkan dia karena Tuhan memihaknya. Usaha untuk membakar Lusia tak bisa dilaksanakan. Akhirnya seorang algojo memenggal kepalanya sehingga Lusia tewas sebagai martir Kristus oleh pedang seorang algojo kafir.

Penulis: Arief Setyawan

Pengisi: Dionisius Agus Puguh

SANTA PERAWAN MARIA DARI GUADALUPE

Kisah Orang Kudus 12 Desember 2022: Santa Perawan Maria Dari Guadalupe

Santa Perawan Maria Dari Guadalupe

Pada tahun 1531 Santa Perawan Terbekati menampakkan diri beberapa kali kepada seorang Indian bernama Juan Diego. Ketika atas permintaan Uskup, Juan Diego meminta suatu bukti bahwa penampakan itu berasal dari surga, maka tergambarlah lukisan Bunda Maria pada mantolnya.

Gambar kudus ini sekarang disimpan di katedral baru yang indah dan Bunda Maria dari Guadalupe diangkat sebagai pelindung segenap Amerika. Bunda Maria dari Guadalupe mengatakan kepada kita semua : “Janganlah khawatir mengenai apa pun, bukankah aku ada di sini? Aku, yang adalah bundamu, bukankah engkau ada dalam perlindungan-Ku?”

Penulis : Arief Setyawan

Pengisi: Dionisius Agus Puguh

SANTO DAMASUS

Kisah Orang Kudus 11 Desember 2022: Santo Damasus

Damasus dilahirkan sekitar tahun 306 di Roma, Italia. Ia adalah seorang diakon berumur enampuluh tahun ketika dipilih menjadi paus yang ke-37 pada tanggal 1 Oktober 366 menggantikan Paus Liberius.

Pada masa itu bidaah Arianisme dan bidaah-bidaah lainnya berkembang pesat. Ajaran-ajaran sesat itu mempengaruhi sebagian uskup, imam dan juga umat Kristen.

Damasus menentang tuntutan Ursinus, seorang anti-paus, pendukung utama Arianisme. Paus Damasus adalah seorang ahli Ilmu Ketuhanan, Kitab Suci, dan mahir dalam Kesusasteraan Latin.

Ia meminta St Hieronimus mengerjakan terjemahan Kitab Suci ke dalam bahasa Latin yang sekarang dikenal sebagai Vulgata. Ia juga mengubah bahasa liturgis Gereja dari bahasa Yunani ke bahasa Latin.

Ia bekerja keras merawat dan memelihara katakomba-katakomba, makam-makam para matir dan reliqui serta dengan cermat menuliskan riwayat para kudus.

Ia menaruh hormat begitu rupa terhadap para kudus dan memandang rendah dirinya, hingga ia pernah mengatakan : “Saya, Damasus, ingin dimakamkan di sini, tetapi takut mengotori abu para kudus.”

Sebab itu, ia meminta agar jenazahnya kelak dikuburkan bersama ibu dan saudarinya di sebuah gereja kecil di Via Ardeatina.

Paus Damasus wafat pada tahun 384, pemintaannya dipenuhi dan relikuinya disemayamkan di Gereja Santo Lorenzo di Damaso. (*)

Penulis : Arief Setyawan

Pengisi: Dionisius Agus Puguh

SANTO MILTIADES

Kisah Orang Kudus 10 Desember 2022: Santo Miltiades

Miltiades dilahirkan di Afrika Utara. Pada tahun 311 ia diangkat menjadi paus. Sepanjang masa pontifikatnya, ia mengalami baik berakhirnya masa penganiayaan terhadap umat Kristiani maupun berkembangnya suatu aliran sesat di Kartago di bawah pimpinan Donatus yang disebut Donatisme. Salah satu ajarannya ialah bahwa sah-tidaknya sakramen-sakramen tergantung pada suci-tidaknya si pemberi sakramen itu.

Pertentangan Miltiades dengan para Donatista, tampak mencolok pada pengangkatan Sesilianus sebagai Uskup Kartago. Kaum Donastista tidak menyukai dan menolak Sesilianus. Bagi mereka Sesilianus adalah pendosa besar dan oleh sebab itu ia tidak layak diangkat sebagai uskup.

Dikatakan demikian karena Sesilianus sudah menyangkal iman Kristen sewaktu terjadi penganiayaan terhadap umat Kristen. Hal ini bertentangan dengan ajaran mereka bahwa seorang berdosa tidak bisa melayani sakramen-sakramen secara sah. Mereka berusaha memanfaatkan kesempatan ini untuk mempertentangkan Kaisar Konstantin dengan Miltiades.

Namun Kaisar Konstantin tidak terpancing oleh taktik busuk mereka. Ia menyerahkan perkara itu kepada Paus Miltiades dan meminta Miltiades untuk segera mengadakan suatu sinode terbatas guna menyelesaikan masalah itu.

Atas inisiatifnya sendiri, Miltiades menyelenggarakan suatu konsili dengan melipatgandakan jumlah uskup peserta dengan persetujuan Kaisar Konstantin. Konsili itu diselenggarakan pada bulan Oktober 313 di istana Lateran. Dengan suara bulat konsili tetap mengangkat Sesilianus sebagai Uskup Kartago dan menghukum aliran Donatisme.

Miltiades dalam kedudukannya sebagai Paus mengekskomunikasikan Donatus dari Gereja. Paus Miltiades berlaku bijaksana terhadap penganut aliran sesat, sehingga banyak yang berpaling kembali ke pangkuan Gereja. Miltiades wafat pada tahun 314 di Roma Italia. (*)

Penulis: Arief Setyawan

Pengisi: Dionisius Agus Puguh

SANTO PETRUS FOURIER

Kisah Orang Kudus 9 Desember 2022: Santo Petrus Fourier

Petrus Fourier dilahirkan pada tanggal 30 November 1565 di Lorraine. Ia menggabungkan diri dalam Biara Chaumouzey dan ditahbiskan pada tahun 1589. Pada tahun 1597, ia ditugaskan di Paroki Mattaincourt, sebuah paroki yang sudah lama ditelantarkan, yang umatnya rusak lakunya dan acuh terhadap agama.

Petrus berdoa kepada Tuhan : “Engkau-lah Imam Paroki yang utama, aku ini hanya vicar-Mu. Dan perkenankanlah aku mengatakan kepada-Mu, dengan segala kerendahan hati, bahwa Engkau wajib membuat berhasil, dari apa yang tak mampu aku lakukan.”

Dengan ramah dan sabar ia mulai membenahi kembali paroki itu. Kesederhanaan hidupnya dan kerendahan hatinya menggugah perhatian umat yang sudah lama merindukan kehadiran seorang gembala.

Perlahan-lahan Parokinya berkembang menjadi paroki teladan dan imam-imam datang untuk mengunjunginya. Pada tahun 1598 ia mendirikan Puteri-puteri Santa Perawan Maria untuk pendidikan anak-anak perempuan. Ia mendirikan Anak-anak Maria.

Pada tahun 1621 ia dipercaya untuk memulihkan tata tertib di rumah tarekatnya. Ia membantu membentuk Kongregasi Juru selamat pada tahun 1629 dan menjadi superior jenderalnya. Petrus Fourier wafat pada tanggal 9 Desember 1640.

Penulis: Arief Setyawan

Pengisi: Dionisius Agus Puguh

SANTA PERAWAN MARIA DIKANDUNG TANPA DOSA

Kisah Orang Kudus 8 Desember 2022: Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa

Semua manusia lahir di dalam belenggu dosa asal yang diwariskan Adam dan Hawa. Oleh karena itu, semua manusia dinyatakan ‘berdosa’ sejak lahir.

Oleh karena warisan dosa asal itu melekat erat pada kemanusiaan kita, kita tampaknya lebih cenderung dan mudah untuk berdosa dan melakukan kejahatan daripada melakukan kebajikan-kebajikan. Kita kelihatan lamban sekali melakukan kebajikan-kebajikan. Kita lebih cenderung menjauhi Tuhan daripada mendekatiNya untuk menikmati kebaikan dan cintaNya.

Gereja merayakan ‘perkandungan Maria tanpa noda dosa’ untuk mengingatkan kepada seluruh umat betapa luhurnya martabat Maria sebagai Bunda Penebus. Maria adalah satu-satunya manusia yang dikecualikan Allah dari warisan Adam itu.

Sesungguhnya dara murni ini adalah manusia biasa, sama seperti kita, ia juga keturunan Adam. Sebagaimana kita, ia pun hidup di dalam dunia yang penuh dosa ini. Namun ia punya keistimewaan yang tidak dimiliki siapa pun juga. Ia sudah sejak kekal ditentukan Allah untuk menjadi Bunda PuteraNya, Sang Penebus dunia.

Ia ditentukan untuk melahirkan Yesus, Anak Allah, dan karena itu sejak awal hidupnya, ia dipersiapkan untuk mengemban tugas luhur ini. Melalui dialah, Tuhan menyalurkan rahmat penyelamatanNya kepada manusia. Tuhanlah sumber rahmat, sedang Maria hanyalah ‘saluran’nya.

Sebagai saluran rahmat Allah bagi manusia, maka sudah selayaknya Maria itu penuh rahmat dan suci tak bercela. Demikian ia ditebus dengan cara yang paling sempurna: diperkandungkan tanpa noda dosa, suci dan tak bercela di hadapan Allah.

Dalam rahim Maria, Perawan yang murni, Allah menemukan singgasana yang pantas bagi PuteraNya. Melalui Maria kutuk dosa diganti dengan berkat bagi manusia.

Penulis : Arief Setyawan

Pengisi: Dionisius Agus Puguh

SANTO AMBROSIUS

Kisah Orang Kudus 7 Desember 2022: Santo Ambrosius

Ketika Auxentius, Uskup kota Milan meninggal dunia, terjadilah pertikaian antara kelompok Kristen dan kelompok penganut ajaran sesat Arianisme. Mereka berselisih tentang siapa yang akan menjadi uskup yang sekaligus menjadi pemimpin dan pengawas kota dan keuskupan Milan.

Ketika mereka berkumpul untuk memilih uskup baru, Ambrosius dalam kedudukannya sebagai gubernur datang ke basilika itu untuk meredakan perselisihan antara mereka. Ia memberikan pidato pembukaan yang berisi uraian tentang tata tertib yang harus diikuti.

Tiba-tiba terdengar teriakan seorang anak kecil menyerukan namanya sebagai uskup milan. Teriakan anak kecil itu serta-merta meredakan ketegangan mereka. Lalu mereka secara aklamasi memilih Ambrosius menjadi Uskup Milan.

Ambrosius enggan menerimanya karena ia belum dibaptis. Selain itu ia merasa jabatan uskup itu terlalu mulia dan meminta pertanggungjawaban yang berat. Tetapi akhirnya atas desakan umat, ia bersedia juga menerima jabatan uskup itu. Enam hari berturut-turut ia menerima semua sakramen yang harus diterima oleh seorang uskup. Ambrosius, seorang uskup yang baik hati dalam melayani umatnya.

Selama 10 tahun, ia menjadi pembela ulung ajaran iman yang benar menghadapi para penganut Arian. Pertikaian antara dia dan kaum Arian mencapai klimaksnya pada tahun 385, ketika ia melarang keluarga kaisar memasuki basilik untuk merayakan upacara sesuai dengan aturan mereka.

Ia dengan tegas menolak permintaan Yustina, permaisuri kaisar yang menginginkan penyerahan satu gereja Katolik kepada para penganut Arian. Ia berhasil membendung pengaruh buruk ajaran Arianisme.

Terhadap Kaisar Theodosius yang menumpas pemberontakan dan melakukan pembantaian besar-besaran, Ambrosius tak segan-segan mengucilkannya dan tidak memperkenankan dia masuk Gereja.

Ia menegaskan bahwa pertobatan di hadapan seluruh umat merupakan syarat mutlak bagi Theodosius untuk bisa diterima kembali di dalam pangkuan Bunda Gereja. Akhirnya Theodosius dengan jujur mengakui dosa dan kesalahannya, tak berdaya di hadapan kewibawaan Uskup Ambrosius.

Ambrosius, seorang uskup yang berjiwa praktis. Meskipun kepentingan politik sangat menyita perhatiannya, namun ia tetap berusaha mencari waktu untuk berdoa dan menulis tentang kebenaran-kebenaran Kristen.

Kotbah-kotbahnya sangat menarik dan kemudian diterbitkan menjadi bacaan umat. Salah satu kemenangannya yang terbesar ialah keberhasilannya mempertobatkan Santo Agustinus. Ambrosius meninggal dunia pada tahun 397 dan digelari Pujangga Gereja. Ia termasuk salah seorang dari 4 orang Pujangga Gereja yang terkenal di lingkungan Gereja Barat.

Penulis : Arief Setyawan

Pengisi: Dionisius Agus Puguh

SANTO NIKOLAUS

Kisah Orang Kudus 6 Desember 2022: Santo Nikolaus

Nikolas lahir di Parara, Asia Kecil dari sebuah keluarga yang kaya raya. Sejak masa mudanya ia sangat menyukai cara hidup bertapa dan melayani umat. Ia kemudian menjadi seorang imam yang sangat disukai umat.

Harta warisan dari orangtuanya dimanfaatkan untuk pekerjaan-pekerjaan amal, terutama untuk menolong orang-orang miskin. Sebagai imam ia pernah berziarah ke Tanah Suci. Sekembalinya dari Yerusalem, ia dipilih menjadi Uskup kota Myra dan berkedudukan di Lycia, Asia Kecil. Ia seorang uskup yang lugu, penuh semangat dan gigih membela orang-orang yang tertindas dan para fakir miskin.

Pada masa penganiayaan dan penyebaran ajaran-ajaran sesat, ia menguatkan iman umatnya dan melindungi mereka dari pengaruh ajaran-ajaran sesat. Pada suatu hari Nikolas mendengar bahwa ada seorang lelaki yang telah menjadi sangat miskin, bermaksud membiarkan tiga putrinya hidup dalam dosa.

Nikolas pun pada malam hari datang membawa sebuah tas berisi emas dan memasukkannya ke dalam kamar melalui jendela ayah itu dan bergegas pergi. Lalu bapak keluarga ini datang bersujud di depan kakinya dan berkata: “Nikolas, engkau adalah penolong. Engkau telah menyelamatkan jiwaku dan anak-anak putriku dari api neraka.”

Nikolas adalah santo nasional Rusia. Cerita tentang tertolongnya ketiga puteri melahirkan tradisi yang melukiskan Santo Nikolas sebagai penyayang anak-anak. Salah satu tradisi yang paling populer ialah tradisi pembagian hadiah kepada anak-anak pada waktu Pesta Natal oleh orangtuanya melalui ‘Sinterklas’.

Tradisi ini diperkenalkan kepada umat Kristen Amerika oleh orang-orang Belanda Protestan, yang menobatkan Santo Nikolas sebagai tukang sulap bernama Santa Claus.

‘Sinterklas’ yaitu hari pembagian hadiah kepada anak-anak yang dilakukan oleh seorang berpakaian uskup yang menguji pengetahuan agama anak-anak, tetapi ia membawa serta hamba hitam yang menghukum anak-anak nakal.

Santo Nikolas meninggal dunia di Myra dan dimakamkan di katedral kota itu. Santo Nikolas dikenal di mana-mana. Ia termasuk orang kudus yang paling popular, sehingga dijadikan pelindung banyak kota, propinsi, keuskupan dan gereja.

Di kalangan Gereja Timur, ia dihormati sebagai pelindung para pelaut sedangkan di Gereja Barat, ia dihormati sebagai pelindung anak-anak, dan pembantu para gadis miskin yang tidak mampu menyelenggarakan perkawinannya. (*)

Penulis: Arief Setyawan

Pengisi: Dionisius Agus Puguh