SANTO SABAS

Kisah Orang Kudus 5 Desember 2022: Santo Sabas

Sabas dilahirkan pada tahun 439. Ayahnya seorang pejabat dalam dinas militer. Ketika ayahnya harus pergi ke Alexandria, Mesir, ia menitipkan puteranya yang masih kecil kepada saudara iparnya. Namun karena bibinya memperlakukannya dengan buruk, Sabas kecil melarikan diri ke rumah pamannya yang lain.

Ketika timbul pertengkaran di antara kedua pamannya itu, Sabas merasa tidak tenang. Ia senang melihat semua orang hidup dalam damai. Jadi ia melarikan diri lagi dan tinggal di sebuah biara.Kedua pamannya merasa malu atas perbuatan mereka.

Santo Sabas

Mereka meminta Sabas untuk kembali dan mereka berjanji akan memberikan kepadanya semua hak warisannya. Tetapi, Sabas merasa berbahagia tinggal di biara. Ia tidak mau meninggalkannya. Meskipun di biara ia menjadi rahib yang paling muda, tetapi dialah yang paling tekun berdoa.

Ketika usianya delapanbelas tahun, Sabas pergi ke Yerusalem. Ia ingin mencoba hidup sendirian bersama Tuhan saja. Ia dinasehati agar tinggal di biara lain untuk sementara waktu oleh sebab ia masih amat muda. Sabas taat dan dengan sukacita mengerjakan semua pekerjaan berat. Ia membelah kayu untuk perapian dan memikul ember air yang berat.

Suatu hari, Santo Sabas diutus ke Alexandria untuk menemani seorang rahib. Disana ia berjumpa dengan ayah ibunya. Orangtuanya mengupayakan segala cara agar Sabas mau tinggal bersama mereka. Mereka ingin agar Sabas menikmati kehormatan yang sama seperti yang telah diperoleh ayahnya. Namun tidak demikian dengan Sabas. Ia bahkan tidak mau menerima uang yang mereka coba berikan kepadanya.

Akhirnya, Sabas menerima juga tiga keping emas. Ketika ia tiba kembali di biaranya, diserahkannya kepingan-kepingan emas itu kepada kepala biara. Pada akhirnya, selama empat tahun Sabas dapat juga menikmati hidup sendirian bersama Tuhan saja, seperti yang didambakannya. Tetapi, sesudah itu ia harus memulai sebuah biara baru. Banyak murid datang kepadanya untuk menjadi rahib.

Tak lama kemudian, St. Sabas diserahi tanggungjawab atas semua rahib di Palestina. Sekali waktu Sabas diutus kepada kaisar untuk masalah-masalah Gereja yang penting. Meskipun demikian, Sabas tetap mengenakan jubah sederhananya dan tetap setia pada jam-jam doanya. Santo Sabas wafat pada tahun 532. (*)

Penulis Naskah : Arief Setyawan
Pengisi Suara: Dionisius Agus Puguh

SANTA BARBARA

Kisah Orang Kudus 4 Desember 2022: Santa Barbara

Barbara adalah seorang gadis jelita, puteri Dioscorus, seorang pedagang Romawi. Apabila ayahnya pergi jauh untuk berdagang, Barbara dikurung di kamar dalam menara yang mempunyai dua buah jendela. Suatu hari ketika ayahnya pulang, Dioscorus melihat ada yang ganjil, di jendela rumahnya tergantung sebuah salib.

Santa Barbara

Ternyata Barbara telah memeluk iman kepada Kristus berkat pengajaran seorang imam. Ayahnya yang kafir amat murka. Ia menyeret Barbara seraya berteriak : “Ikut ayah ke pengadilan dan kau harus menyangkal imanmu yang tak masuk akal itu.”

Barbara baru berusia 14 tahun, sebab itu hakim tak bisa berbuat apa-apa. Ayahnya bertambah berang, ia menyeret puterinya kepada algojo agar didera supaya mengingkari imannya. Namun usahanya sia- sia. Barbara tetap setia kepada imannya. Ayahnya yang murka menghunus pedang dan menebas leher puterinya sendiri. Pada saat itu juga ayahnya disambar petir dan tewas seketika.

Barbara wafat sebagai martir pada tahun 306. Umat Katolik biasa berdoa kepada St Barbara agar jangan meninggal tanpa menyambut sakramen-sakramen Gereja.

Penulis Naskah : Arief Setyawan
Pengisi Suara: Dionisius Agus Puguh

kisahorangkudus #santosanta #barbara

SANTO FRANSISKUS XAVERIUS

Kisah Orang Kudus 3 Desember 2022: Santo Fransiskus Xaverius

Fransiskus dilahirkan pada tanggal 17 April 1506 dalam sebuah keluarga bangsawan di Navarra, Spanyol Utara. Ia menempuh pendidikan di Universitas Paris dan bersahabat dengan Ignatius dari Loyola. Kepadanya, Santo Ignatius mengulangi kata-kata Yesus dalam Kitab Suci yang merubah Fransiskus.

Santo Fransiskus Xaverius

Pada tanggal 15 Agustus 1534, Fransiskus menjadi salah satu dari tujuh orang anggota Serikat Yesus yang pertama bersama Santo Ignatius. Mereka berjanji di hadapan Tuhan untuk mengabdikan hidup demi pertobatan orang-orang tak beriman dan keselamatan jiwa-jiwa. Selanjutnya mereka pergi ke Roma untuk menawarkan karya bakti mereka kepada Paus.

Pada tahun 1537, Fransiskus ditahbiskan menjadi imam. Empat tahun kemudian ia berangkat ke Asia sebagai misionaris. Raja Portugal hendak memberinya hadiah-hadiah dan juga seorang pelayan untuk menyertainya, tetapi Fransiskus dengan halus menolak pemberian raja.

Sepuluh tahun lamanya Fransiskus bekerja di Goa, Sri Langka, Indonesia dan Jepang. Fransiskus mewartakan Injil di pantai barat India sampai ke Malaka. Fransiskus mewartakan Injil di daerah-daerah baru dan menjadi perintis bagi misionaris lain.

Awal tahun 1546, Fransiskus berlayar dengan kapal dagang ke Indonesia bagian timur terutama di Maluku di mana ia membaptis kira-kira 1000 orang. Ketika hendak masuk Tiongkok, ia wafat karena sakit dan kepayahan di pulau Sancian pada tanggal 2 Desember 1552. Jenazahnya dibawa ke Goa dan disemayamkan di sana hingga sekarang. Fransiskus Xaverius dinyatakan kudus oleh Paus Gregorius XV pada tahun 1622. (*)

Penulis naskah : Arief Setyawan

Pengisi Suara: Dionisius Agus Puguh

kisahorangkudus #santosanta #fransiskusxaverius

SANTA BIBIANA


Kisah Orang Kudus 2 Desember 2022: Santa Bibiana

Santa Bibiana

Bibiana berasal dari sebuah keluarga Kristen yang saleh, yang semua anggotanya wafat sebagai martir. Flavian, ayahnya, seorang pejabat Roma, ditangkap karena imannya dalam pemerintahan Kaisar Yulianus, ia disiksa dan dibuang ke pengasingan di mana ia wafat sebagai martir.

Ibunya, Dafrosa, ditahan di rumah bersama kedua anaknya, Bibiana dan Demetria. Dua minggu kemudian Dafrosa pun wafat sebagai martir dengan dipenggal kepalanya.

Bibiana dan Demetria dipenjarakan dalam sebuah sel yang sempit, gelap dan kotor tanpa diberi makanan sedikit pun. Diharapkan dengan penyiksaan itu mereka akan menyangkal imannya. Tetapi kedua kakak beradik ini tetap teguh. Setelah mengakui imannya, Demitria wafat di kaki sang tirani. Bibiana diserahkan kepada seorang perempuan pendosa bernama Rufina yang dengan bujuk rayu serta ancaman berusaha memaksanya masuk ke dalam pelacuran.

Akhirnya Rufina menyerah, Bibiana dimasukkan ke rumah sakit jiwa. Akhirnya, Bibiana dijatuhi hukuman mati dengan dicambuk hingga tewas pada tahun 363.

Di kemudian hari, sebuah gereja dibangun di atas makamnya, di kebun gereja tumbuhlah suatu tanaman yang dapat menyembuhkan sakit kepala dan epilepsy. Bibiana dijadikan santa pelindung penderita sakit jiwa dan epilepsy.

Penulis Naskah : Arief Setyawan

Pengisi: Lik Sastro

#kisahorangkudus #santosanta #bibiana

BEATO DIONISIUS DAN BEATO REDEMPTUS


Kisah Orang Kudus 1 Desember 2022: Beato Dionisius dan Beato Redemptus

Beato Dionisius dan Redemptus.

Dionisius lahir di kota Honfleur, Prancis pada tanggal 12 Desember 1600. Ayah dan Ibu adalah bangsawan Prancis yang harum namanya. Semua adiknya menjadi pelaut seperti ayahnya.

Dionisius bekerja pada angkatan laut Portugis di Goa, India. Namun, ia senantiasa tidak puas dengan pekerjaannya itu. Ada keresahan yang senantiasa mengusik hatinya. Ia selalu merenungkan dan mencari arti hidup yang lebih mendalam.

Dionisius berusia 35 tahun ketika diterima di biara Karmel. Di biara Karmel itulah, ia bertemu dengan Redemptus a Cruce, seorang bruder yang bertugas sebagai penjaga pintu biara dan koster, penerima tamu dan pengajar anak-anak.

Pernah ke Aceh

Redemptus lahir di Paredes, Portugal pada tahun 1598 dari sebuah keluarga tani yang miskin namun saleh dan taat agama. Suatu ketika Raja Muda di Goa bermaksud mengirim utusan ke Aceh, Indonesia, yang baru saja berganti sultan. Dionisius diutus membantu misi ke Aceh sebagai almosenir, juru bahasa dan pandu laut.

Pastor tentara Dionisius bersama rombongannya berangkat ke Aceh pada tanggal 25 September 1638 dengan tiga buah kapal. Mereka berlabuh di Ole-Ole atau kini Kotaraja dan disambut dengan ramah. Tetapi Belanda telah menghasut dan menyebarkan isu bahwa bangsa Portugis datang untuk meng-katolik-kan Aceh.

Mereka semua segera ditangkap, dipenjarakan, dan disiksa agar menyangkal imannya. Akhirnya di pesisir pantai tentara sultan mengumumkan bahwa mereka dihukum bukan karena berkebangsaan Portugis melainkan beriman KatoIik.

Sepeninggal teman-temannya, Pater Dionisius masih bersaksi tentang Kristus dengan penuh semangat. Kotbahnya itu justru semakin menambah kebencian rakyat Aceh terhadapnya. Dengan sekuat tenaga mereka menghunuskan kelewang dan tombak akan tetapi seolah-olah ada kekuatan yang menahan, sehingga tidak ada yang berani.

Dionisus berdoa kepada Tuhan agar niatnya menjadi martir dikabulkan. Dan permintaan itu akhirnya dikabulkan Tuhan. Kemartiran Dionisius dengan kawan-kawannya disahkan Tuhan: mayat mereka selama 7 bulan tidak hancur, tetap segar seperti sedang tidur. Menurut saksi mata, jenazah Dionisius sangat merepotkan orang sekitarnya, karena setiap kali dibuang – ke laut dan tengah hutan – senantiasa kembali lagi ke tempat ia dibunuh.

Akhirnya jenazahnya dengan hormat dimakamkan di Pulau Dien atau pulau buangan. Kemudian dipindahkan ke Goa, India. Martir-martir itu dibunuh pada tanggal 29 Nopember 1638. Bersama Redemptus, Dionisius digelarkan ‘beato’ pada tahun 1900. (*)

Penulis Naskah : Arief Setyawan

Pengisi: Lik Sastro

#kisahorangkudus #santosanta #dionisius #redemptus