SANTO NOEL PINOT

Kisah Orang Kudus 21 Maret 2023: Santo Noel Pinot

Revolusi Perancis membawa gejolak besar di dalam Gereja. Biara- biara di tutup, pendidikan imam dihentikan, dan banyak rohaniwan- rohaniwati dipaksa untuk bersumpah dan mengakui konstitusi Perancis yang anti gereja. Tak terkecuali para uskup, banyak dari antara mereka dibunuh karena tidak bersedia mengakui konstitusi itu.

Salah satu yang mengalami nasib tersebut adalah Noel Pinot seorang pastur kepala paroki. Pada mulanya Noel secara penuh semangat berkhotbah mencela uskup- uskup yang mengangkat sumpah atas konstitusi Prancis yang anti gereja itu. Karena itu pastor kepala paroki ini dipecat dan dibuang.

Namun dengan diam- diam ia pulang kembali untuk melanjutkan perjuangannya. Tatkala sedang mempersembahkan misa di tengah malam, Noel Pinot dikhianati. Noel Pinot ditangkap dan dipenggal kepalanya. Ia mati sebagai martir Kristus pada tahun 1794.

Penulis naskah : Arief Setyawan

Pengisi suara : Sastrodikromo

SANTO FRANSISKUS MARIA DARI CAMPOROSSO

Kisah Orang Kudus 20 Maret 2023: Santo Fransiskus Maria dari Camporosso

Fransiskus Maria sebelum menjadi bruder, lahir di Camporosso, Italia dengan nama Yohanes CROESE. Kehidupannya berawal sebagai seorang petani, sebelum menjalani kehidupan membiara di novisiat Fransiskan Konventuil. Setelah menyelesaikan masa novisiatnya, Fransiskus Maria masuk Ordo Fransiskus Kapustin sebagai bruder.

Dalam ordo ini ia mendapat tugas meminta derma di jalan- jalan dan di rumah keluarga- keluarga Katolik di seluruh Paroki untuk kepentingan biara dan pekerjaan- pekerjaan sosial tarekatnya. Kesempatan meminta derma digunakan juga untuk memberi penghiburan kepada yang berkesusahan dan menderita.

Ia banyak membuat mukzijat dan dikaruniai kemampuan mengetahui hal- hal yang rahasia dan kejadian- kejadian yang akan datang. Pada tahun 1866 Genoveva ditimpa wabah kolera, Fransiskus Maria berdoa kepada Tuhan, mau mempersembahkan hidupnya, asalkan wabah kolera tersebut musnah dari kotanya. Dan sesaat kemudia, terjadilah seperti yang dimintanya. Wabah itu lenyap dari seluruh kota. Berbarengan dengan itu, Fransiskus pun meninggal dan dihormati sebagai pelindung kota.

Penulis naskah : Arief Setyawan

Pengisi suara : Sastrodikromo

SANTO PATRISIUS

Kisah Orang Kudus 17 Maret 2023: Santo Patrisius

Patrisius lahir di Inggris pada tahun 389. Ketika berusia 16 tahun, ia diculik orang Irlandia dan dibawa sebagai sandera. Di Irlandia, Patrisius dijual sebagai seorang budak. Perlakuan yang tidak manusiawi justru menimbulkan kesadaran baginya untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan.

Kesadarannya akan cinta kasih Kristus yang besar pada manusia perlahan- lahan menghilangkan kebenciannya kepada bangsa Irlandia. Ia kemudian mulai lebih mencintai bangsa Irlandia yang belum mengenal Kristus. Ia merasa prihatin akan cara hidup orang Irlandia yang kafir itu. Ia bertekad untuk membawa orang- orang Irlandia kepada Allah dengan berusaha mempertobatkan mereka.

Ketika perjuangan itu berhasil, Patrisius langsung pergi ke Perancis untuk mengikuti pendidikan, hingga ditabhiskan menjadi imam. Tekadnya untuk mempertobatkan bangsa Irlandia mulai dilaksanakan. Ia kembali ke Irlandia sebagai seorang misionaris Kristus.

Setelah ditahbiskan sebagai Uskup, Patrisius berjuang keras membawa bangsa kafir itu kepada pengenalan akan Kristus dan Injil. Bahkan Panglima besar bersama seluruh anak buahnya ditobatkan dan dipermandikan. Pemuda- pemudi menyerahkan diri kepada Yesus dengan mengikuti teladan Patrisius.

Keberhasilan ini ditunjang dengan pembangunan sekolah- sekolah dan gereja- gereja di seluruh Irlandia. Patrisius dikenal sebagai seorang Uskup yang rendah hati dan memimpin umatnya dengan penuh kasih sayang. Ia meninggal dunia pada tahun 461.

Penulis naskah : Arief Setyawan

Pengisi suara : Sastrodikromo

SANTO THEOFANUS

Kisah Orang Kudus 12 Maret 2023: Santo Theofanus

Theofanus lahir di Konstantinopel, Turki, kira-kira pada tahun 758. Namanya dikenal luas karena perlawanannya yang gigih terhadap bidaah Ikonoklasme, serta karena bukunya Chronographia” yang menguraikan secara singkat sejarah dunia pada tahun 284 sampai tahun 813.

Setelah kematian ayahnya, Theofanus dikirim ke Konstantinopel. Disana ia dipaksa menikahi seorang gadis. Ketika itu ia baru berusia 12 tahun. Perkawinan ini tidak berlangsung lama. Ia bercerai dengan isterinya pada tahun 780, karena ia bercita-cita menjadi seorang biarawan. Dalam hidupnya sebagai biarawan, Theofanus dikenal sebagai seseorang yang rajin berdoa, berpuasa dan bertapa. Ia kemudian mendirikan sebuah biara pertapaan di gunung Sigrino, dekat Cyzicus, Asia Kecil dan sekaligus menjadi pemimpin biara itu.

Pada tahun 787, ia menghadiri Konsili Nicea kedua yang menegaskan kebenaran penghormatan kepada gambar-gambar Kudus. Penegasan Konsili Nicea kedua ditentang oleh Leo V, Kaisar Byzantium. LEO berusaha memperoleh dukungan dari Theofanus, tetapi Theofanus dengan tegas menolaknya. Akibatnya, Theofanus ditangkap dan dipenjarakan selama dua tahun lamanya, lalu dibuang ke Samothrase. Disana Theofanus meninggal dunia pada tahun 817.

Penulis naskah : Arief Setyawan

Pengisi suara : Dionisius Agus Puguh

SANTO EULOGIUS DAN SANTA LEOCRITIA

Kisah Orang Kudus 11 Maret 2023: Santo Eulogius dan Santa Leocritia

Eulogius lahir pada abad ke Sembilan. Ia dikenal sebagai seorang imam yang lembut dan terpelajar. Ia ditangkap pada saat terjadi huru hara dikota Cardoba. Di dalam penjara, Eulogius bertemu dengan Flora dan Maria. Eulogius menghibur dan meneguhkan hati kedua wanita serani itu menjelang kematiannya sebagai martir-martir Kristus.

Setelah dibebaskan, Eulogius beberapa tahun kemudian diceritakan hendak diangkat menjadi Uskup Agung kota Toledo, Spanyol Tengah. Namun sebelum pengangkatan itu, Eulogius dikejar-kejar lagi oleh para musuhnya. Sejenak ia dapat lolos, karena bantuan Leokrita, seorang perempuan yang amat simpati terhadapnya.

Tetapi tak lama setelah itu, Eulogius akhirnya tertangkap dan dibunuh. Beberapa hari setelah Eulogius, Leokrita mengalami nasib yang sama. Eulogius dan Leokrita dimakamkan di Katedral Oviedo, Spanyol.

Penulis Naskah : Arief Setyawan

Pengisi Suara : Dionisius Agus Puguh

40 MARTIR DARI SEBASTE

Kisah Orang Kudus 10 Maret 2023: 40 Martir dari Sebaste

Diantara serdadu-serdadu Romawi ada sejumlah besar serdadu yang beragama Kristen. Mereka inilah yang menjadi perintis Injil Kristus dan saksi-saksi iman Kristiani di negeri-negeri yang jauh dari Roma. Yang termasyur diantara mereka itu adalah empatpuluh serdadu dari Sebaste”, Armenia.

Mereka adalah anggota Legiun XII, yang disebut Legio Fulminata, Pasukan Gerak Cepat. Ketika diperintahkan untuk mengikuti upacara kurban bagi para dewa, keempatpuluh serdadu tersebut menolak. Akibatnya, mereka dipenjara kemudian dijatuhi hukuman mati.

Keempatpuluh serdadu itu dijaga ketat dan digiring ke sebuah danau yang sangat dingin airnya. Ditempat itu mereka disuruh berbaring diatas air danau yang sudah membeku. Dalam siksaan yang sangat berat, keempat puluh serdadu itu meminta bantuan Tuhan agar tetap teguh dalam imannya. Namun, diantara mereka ada juga yang murtad karena tidak tahan penderitaan, walau akhirnya juga dibunuh diatas tungku api.Tinggalah kini legiun itu berjumlah 39 orang.

Suatu saat, seorang prajurit yang bukan Kristen melihat keajaiban tentang 40 Mahkota dilangit. Sejenak, tigapuluh sembilan mahkota sudah dipakai oleh tigapuluh sembilan serdadu yang setia kepada Tuhan, sedangkan satu mahkota belum di pakai.

Dalam terang Ilahi dan yakin akan penglihatan itu, ia segera membuka pakaiannya dan menggabungkan diri dengan ke tigapuluh sembilan martir rekannya. Dengan demikian, genaplah kembali jumlah serdadu itu menjadi 40 orang.

Mereka dengan gagah berani menanggung penderitaan karena kedinginan. Keesokan harinya, baik yang sudah mati maupun yang masih hidup, semuanya diseret ke dalam api unggun hingga mati terbakar. Peristiwa ini terjadi pada tahun 320.

Penulis naskah : Arief Setyawan

Pengisi suara : Dionisius Agus Puguh

SANTO GREGORIUS DARI NYSSA

Kisah Orang Kudus 9 Maret 2023: Santo Gregorius

Gregorius lahir di Kaesarea sekitar tahun 330. Keluarganya sungguh keluarga yang terberkati. Ibunya seorang martir, dua orang kakaknya adalah Basilius Agung dan Petrus Sebaste, digelari Kudus oleh Gereja. Demikian juga Makrina, saudarinya yang tertua. Gregorius dikenal aktif di dalam masalah-masalah gereja dan berpengaruh besar di dalam beberapa Konsili dan sinode. Gregorius dididik oleh kakaknya Basilius Agung.

Hatinya tergerak untuk mengabdikan dirinya kepada Tuhan. Gregorius lalu memutuskan untuk menjadi Imam. Atas pengaruh dan bujukan kakaknya Basilius. Gregorius kemudian di tabhiskan menjadi Uskup di Nyssa, tahun 372. Dengan keahliannya dan imannya yang kokoh, Gregorius menjadi seorang pembela ulung ajaran para Rasul terhadap rongrongan para penganut Arianisme.

Pada konsili di Antiokia, tahun 379, Gregorius tampil sangat menonjol dengan pandangan-pandangannya yang benar terhadap kaum Arian dan kesalahan-kesalahan kaum Meletian. Ia kemudian diutus oleh semua Uskup Timur untuk melawan kaum Arian. Ketidakpuasan dan kemarahannya dituangkan dalam tulisan-tulisan. Gregorius mengingatkan semua orang Kristen untuk menaruh hormat pada tempat-tempat suci.

Gregorius dikenal sebagai Bapa Gereja yang banyak menulis. Tulisan-tulisannya berisi pandangan-pandangan iman yang benar yang diperkuat pandangan filosofis yang berkembang pada masa itu. Tulisan-tulisannya yang berhubungan dengan Kitab Suci menggunakan metode allegoris yang dikembangkan oleh Origenes. Tulisannya tentang Trinitas dilukiskan dengan memanfaatkan teori ide-ide dari Plato.

Khotbah-khotbahnya sangat disenangi banyak orang karena berisi pandangan-pandangan iman yang sesuai dengan ajaran para rasul. Pada konsili di Konstantinopel tahun 381, Gregorius ikut aktif memberi pandangan-pandangan tentang ajaran iman yang benar. Ia dianggap sebagai tiang agung pengajaran iman yang benar. Gregorius meninggal tahun 394.

Penulis naskah : Arief Setyawan

Pengisi suara : Dionisius Agus Puguh

SANTO YOHANES DA DEO

Kisah Orang Kudus 8 Maret 2023: Santo Yohanes Da Deo

Yohanes lahir di Montemoro Novo, Lisabon Timur, Portugal, pada 8 Maret 1495. Di masa mudanya, Yohanes tidak memperlihatkan tanda-tanda yang menunjukkan kesuciannya di kemudian hari. Sebaliknya, Yohanes menjalani cara hidup yang tidak terpuji. Namun ketika berumur 40 tahun, Yohanes bertobat dan kembali menjalankan kewajiban-kewajiban imannya.

Yohanes pergi ke Afrika untuk membebaskan orang-orang Kristen yang dipenjarakan oleh orang-orang Moor. Tetapi atas nasehat dari bapa pengakuannya, Yohanes kembali ke Spanyol. Ia pergi ke Gilbraltar dan menyebarkan Injil dengan menjual buku-buku rohani dan gambar-gambar Kudus.

Dari Gilbraltar, ia berpindah ke Granada. Disana Yohanes mendirikan sebuah toko kecil yang menjual barang-barang kudus dan rajin menjalankan kewajiban-kewajiban beragama. Awal kehidupannya sebagai ‘manusia baru’ di dalam Allah berawal dari sentuhan khotbah Beato Yohanes dari Avilla. Khotbah ini sungguh menyadarkan dia akan kebejatan hidupnya di masa lampau. Yohanes sungguh menyesal bahkan sampai sakit dan harus berbaring di rumah sakit selama beberapa waktu.

Setelah sembuh, Yohanes memutuskan untuk mengabdikan seluruh sisa hidupnya bagi kepentingan orang-orang miskin dan sakit di Granda. Yohanes mengumpulkan orang-orang miskin dan sakit di rumahnya di bawah tanggungan dan perawatannya. Sekali peristiwa, Yohanes mendapati seorang miskin yang terkapar hampir mati di jalan yang dilaluinya.

Segera Yohanes membawa orang sakit itu ke rumah sakit untuk merawatnya. Ketika Yohanes memandikan orang sakit itu, ia tertegun heran, karena luka-luka tembusan paku pada kedua kaki orang itu memancarkan cahaya. Sementara itu ia mendengar seseorang berkata : “Yohanes, apa yang kau lakukan untuk orang-orang sakit dan miskin ini, kaulakukan juga untuk Aku.” Lalu serta merta orang sakit itu lenyap dari pandangannya.

Orang sakit itu ternyata Yesus yang menampakkan diri pada Yohanes sebagai seorang sakit yang tidak berdaya. Yohanes meninggal pada 8 Maret 1550 di Granada, Spanyol Selatan.

Penulis naskah : Arief Setyawan

Pengisi suara : Dionisius Agus Puguh

SANTA PERPETUA DAN FELISITAS

Kisah Orang Kudus 7 Maret 2023: Santa Perpetua dan Felisitas

Kedua orang kudus ini hidup di Kartago, Afrika Utara. Perpetua adalah seorang ibu muda yang berusia 22 tahun. Ketika ia ditangkap karena imannya, ia sedang mengandung anaknya yang pertama. Felisitas adalah pelayan Perpetua. Ia juga ditangkap bersama dengan Perpetua.

Di dalam penjara, Perpetua diolok-olok oleh para serdadu kafir. Tetapi dengan tenang Perpetua berkata: “Sekarang adalah giliranku untuk menderita. Tetapi akan tiba saatnya aku akan berbahagia, dan kamu yang akan menanggung penderitaan lebih besar daripada yang kualami sekarang ini.”

Bersama dengan Perpetua dan Felisitas, banyak juga orang Kristen yang ditangkap dan dipenjarakan. Mereka senasib sepenanggungan dan saling meneguhkan agar tidak seorang pun lemah imannya dan menjadi murtad. Sementara itu di dalam penjara Perpetua mengalami suatu penglihatan ajaib. Seberkas cahaya surgawi bersinar terang benderang di ruang penjaranya.

Di dalam cahaya itu, ia melihat dirinya bersama semua orang Kristen lainnya berarak memasuki kemuliaan surgawi . Perpetua dan orang-orang Kristen lainnya dimasukkan ke dalam gelanggang binatang buas yang kelaparan. Di sana mereka di terkam dan di koyak-koyak oleh binatang-binatang buas itu hingga mati.

Penulis naskah : Arief Setyawan

Pengisi suara : Dionisius Agus Puguh

SANTO MARSIANUS

Kisah Orang Kudus 6 Maret 2023: Santo Marsianus

Marsianus berasal dari Konstantinopel dan dikenal sebagai seorang imam. Pelayanannya lebih diarahkan kepada kaum fakir miskin. la sendiri menghayati hidup miskin itu sehingga Marsianus bisa memberikan segala kepunyaannya kepada para miskin tanpa halangan batin yang berarti.

Pelayanan karitatifnya kepada para miskin, ia tambahi dengan mengajari mereka tentang kebenaran-kebenaran iman Kristen. Kehidupan rohaninya sungguh mendalam karena kebiasaannya berdoa, bertapa dan berpuasa. Marsianus juga meyakini bahwa Allah Maha Pengampun.

Oleh karena itu Marsianus dibenci oleh para pengikut Novatianisme, sebuah aliran bidaah yang menyangkal pemberian ampun kepada orang-orang berdosa berat. la sangat berjasa dan dihargai dengan gelar ‘Oikonomos’, gelar tertinggi kedua dalam Gereja Yunani. Marsianus juga dikenal sebagai pendiri dan pembaharu banyak gedung gereja di Konstantinopel.

Penulis naskah : Arief Setyawan

Pengisi suara : Dionisius Agus Puguh