SANTO POLIKARPUS

Kisah Orang Kudus 23 Februari 2023: Santo Polikarpus

Polykarpus adalah seorang Uskup Gereja perdana di Smyrna, Turki. Murid Santo Yohanes penginjil ini memimpin Gereja di Smyrna sampai meletusnya kekacauan yang didalangi oleh para musuh gereja pada tahun 155.

Ketika di tangkap, ia tidak memberikan perlawanan apapun, bahkan Polykarpus tersenyum dan menjamu para penangkapnya dengan makanan yang lezat. Setelah itu, Polykarpus dibelenggu dan diarak ke tengah orang banyak menuju kediaman prokonsul untuk diadili.

Polikarpus dijatuhi hukuman dibakar hidup-hidup, namun tidak sedikitpun menggetarkan hatinya, karena ia tahu bahwa kebenaran ada dipihaknya, bahkan Ia mensyukurinya. Para prajurit mengikat kedua belah tangan Polikarpus dibelakang punggungnya. Kemudian uskup tua itu ditempatkan diatas api unggun yang disulut hingga berkobar-kobar.

Tetapi api tidak menyakitinya sedikit pun. Salah seorang prajurit kemudian menikamkan sebilah pedang ke lambung uskup. Demikianlah, pada tahun 155, Polikarpus wafat sebagai martir. Ia pergi untuk tinggal selama-lamanya bersama Majikan Ilahi yang telah dilayaninya dengan gagah berani.

Penulis naskah : Arief Setyawan

Pengisi suara : Sastrodikromo

PESTA TAHTA SUCI SANTO PETRUS

Kisah Orang Kudus 22 Februari 2023: Pesta Tahta Suci Santo Petrus

Gereja Katolik Roma memiliki tradisi yang terus dipelihara. Tradisi mengakui Santo Petrus, pemimpin tertinggi Gereja Kristus, telah mendirikan dua tahta keuskupan. Takhta pertama di Antiokhia pada tahun 35.

Dan sesudah dua kali mengunjungi Roma, pada tahun 65 Petrus menetap di Roma sebagai uskup pertama Roma. Sejak itu Uskup Roma diakui sebagai Paus, Kepala Gereja Katolik tertinggi, wakil Kristus.

Kuasa Petrus sebagai Wakil Kristus, lazim disebut Primat Petrus, diberikan oleh Yesus sebelum kenaikan-Nya ke surga. Yang tercantum dalam injil Yohannes bab 21 ayat 15 sampai 18. Yesus menyerahkan kuasa kepada Santo petrus untuk menjadi gembala pertama umat katolik. Petrus akhirnya wafat sebagai martir, disalib dengan kepala di bawah sesuai permintaannya sendiri.

Di atas makamnya di kaki Bukit Vatican, semenjak jaman Kaisar Konstantinus, telah dibangun sebuah gereja untuk menghormati Uskup Roma yang pertama dan wakil Kristus itu. Gereja yang sederhana itu kini telah menjelma menjadi Basilika Santo Petrus yang megah mulia dan agung.

Maksud pesta Tahkta suci Santo Petrus adalah untuk menghormati Petrus sebagai Wakil Kristus dan gembala tertinggi gereja yang mempunyai kuasa rohani atas segenap anggota gereja dan semua gereja setempat.

Penulis naskah : Arief Setyawan

Pengisi suara : Dionisius Agus Puguh

SANTO NEMESIUS

Kisah Orang Kudus 20 Februari 2023: Santo Nemesius

Nemesius berasal dari Mesir. Ketika Kaisar Desius melancarkan aksi pengejaran terhadap orang-orang Kristen, Nemesius berada di Aleksandria. Ia bukan saja seorang beriman yang saleh, tetapi juga rasul yang aktif menyebarkan iman Kristen diantara kaum kafir. Keaktifannya ini menyebabkan dia dibenci oleh banyak orang kafir.

Oleh orang-orang kafir yang membencinya, ia diadukan kepada pemerintah namun terbukti tidak bersalah. Setelah beberapa lama, Nemesius ditangkap lagi karena imannya akan Kristus. Nemesius di hadapkan ke muka prefek Romawi di Aleksandria untuk diadili.

Nemesius mengalami benar-benar seperti para rasul di hadapan Dewan Sanhendrin, ia telah dipandang layak untuk menderita penganiayaan dan penghinaan karena Yesus. Akhirnya Nemesius di bakar hidup-hidup bersama beberapa orang penjahat. Peristiwa naas tersebut disaksikan oleh beberapa orang serani dan prajurit-prajurit Romawi.

Para prajurit itu menghiburnya dan menyediakan makanan baginya sebelum menghadapi saat hukuman mati itu. Para prajurit itu pun kemudian di hukum mati karena ketahuan mendampingi Nemesius dengan memberi hiburan dan makanan. Nemisius di bakar pada tahun 247.

Penulis naskah : Arief Setyawan

Pengisi suara : Dionisius Agus Puguh

SANTO PETRUS DAMIANUS

Kisah Orang Kudus 21 Februari 2023: Santo Petrus Damianus

Petrus Damianus dilahirkan pada tahun 100. Namun, kedua orangtuanya meninggal dunia ketika Petrus masih kecil. Ia diasuh oleh kakaknya dan dikirim belajar di Parma. Petrus meraih keberhasilan prestasi belajar yang luar biasa.

Secara umum hidupnya membawa berkat bagi teman dan rekan sekolahnya. Ia suka menolong kawan-kawannya yang membutuhkan, kepeduliannya yang besar diamalkannya melalui bantuan keuangan sekalipun ia sendiri hidup kekurangan.

Puncak prestasi hidupnya diraih ketika Petrus Damianus ditahbiskan menjadi imam. Roh pembaharuan mendorong dan mendesaknya untuk mengabdi Tuhan tanpa tanggung-tanggung. Ia mengambil keputusan untuk mati demi dunia ini dan menjadi rahib di pertapaan di Fonte Avellana. Karena kesalehan, kebijaksanaan dan kecerdasannya, ia diangkat menjadi uskup dan kardinal dalam masa pontifikat Paus Stephanus ke 9.

Petrus tak segan-segan mengutuk simoni atau pembelian jabatan gerejani dan menegur pejabat-pejabat tinggi Gereja. Buah karyanya terdiri dari banyak buku, surat, sajak, khotbah dan doa, sebab itulah ia dihormati sebagai Pujangga Gereja. Petrus Damianus wafat pada tahun 1072.

Penulis naskah : Arief Setyawan

Pengisi suara : Dionisius Agus Puguh

SANTO MARSELUS

Kisah Orang Kudus 19 Februari 2023: Santo Marselus

Setelah wafatnya Marselinus I, Tahta suci mengalami kekosongan kepemimpinan selama masa penganiayaan terhadap orang-orang Kristen oleh Kaisar Diokletianus. Sampai pada tahun 308 barulah diangkat seorang Paus baru, yakni Marselus. Pada masa itu, administrasi Gereja morat-marit. Paus Marselus diserahi tanggung jawab untuk mengatur kembali administrasi gereja yang morat-marit itu.

Namun, karya Marselus untuk mengatur kembali administrasi gereja dirintangi oleh perihal masalah kemurtadan orang-orang Kristen selama masa penganiayaan Kaisar Diokletianus. Banyak diantara mereka ingin kembali ke pangkuan Gereja tanpa melalui masa pertobatan.

Tetapi Marselus menuntut bahwa orang-orang seperti itu harus terlebih dahulu melakukan pertobatan. Pertentangan serius ini mengakibatkan pertumpahan darah. Karena pertentangan besar ini, Kaisar Maxentius membuang Marselus dari Roma. Marselus akhirnya meninggal di pengasingan pada tahun 309.

Penulis naskah : Arief Setyawan

Pengisi suara : Sastrodikromo

SANTO FLAVIANUS

Kisah Orang Kudus 18 Februari 2023: Santo Flavianus

Flavianus dikenal sebagai Patriakh Konstantinopel (sekarang: Istanbul) pada tahun 447. Ia memimpin gereja selama dua tahun yang sarat dengan banyak masalah. Suatu ketika, Chrysapius, seorang pengawal kepercayaan Kaisar Teodosius mengajukan permohonan kepada Flavianus agar menyerahkan kepada kaisar sejumlah perhiasan dan intan berlian dari harta kekayaan Gereja.

Flavianus terkejut mendengar permintaan yang aneh itu, dan dengan tegas menolak memenuhinya. Sebagai gantinya, ia mengirimkan satu bingkisan roti yang telah diberkati untuk menunjukkan kepada kaisar kedalaman cinta kasihnya kepada Yesus. Penolakan Flavianus ini menimbulkan pertentangan antara Flavianus dengan Chrysapius dan Kaisar sendiri.

Sementara perkara ini belum tuntas, Flavianus dihadapkan lagi pada bidaah yang diajarkan Eutyches, seorang pertapa. Eutyches menyangkal adanya kodrat Kristus, yang Ilahi sekaligus manusiawi. Flavianus bereaksi keras terhadap ajaran bidaah ini. Ia segera mengundang satu sinode di Konstantinopel pada tahun 448 untuk mengekskomunikasikan Eutyches.

Sri Paus Santo Leo I mendukung Flavianus dengan mengirimkan sepucuk surat dogmatik yang berisi penjelasan tentang kodrat Kristus, yang sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia, seperti yang diwariskan oleh para Rasul.

Pada tahun yang sama pula, Dioscorus, Patriakh Aleksandria memimpin sebuah sinode tandingan untuk membela Eutyches dan menghukum Flavianus. Karena Flavianus dengan keras menentang sinode gelap itu, ia diserang dan disiksa dengan kejam, lalu dibuang hingga kematiannya.

Jenazahnya dimakamkan di Konstantinopel oleh Kaisar pengganti Teodosius. Sedangkan Chrysapius dihukum mati oleh kaisar baru itu karena ia sering menyalahgunakan kuasanya untuk menindas gereja.

Penulis naskah : Arief Setyawan

Pengisi suara : Dionisius Agus Puguh

KISAH TUJUH PENDIRI ORDO HAMBA MARIA

Kisah Orang Kudus 17 Februari 2023: Kisah Tujuh Pendiri Ordo Hamba Maria

Bonfilio dan kawan-kawannya, Yoanes Bonagiunta, Gerard, Amadeus, Hugo, Sostenes dan Alexius Falkonieri adalah anggota suatu perkumpulan dagang di kota niaga Firenze. Pada pesta Maria diangkat ke Surga, 15 Agustus 1233, tujuh sekawan ini bersama-sama berdoa dan mengikuti perayaan Ekaristi.

Pada waktu itu terjadilah suatu peristiwa ajaib atas mereka, Bunda Maria menampakkan diri kepada mereka dan berkata : “Letakkan dan tinggalkan segala harta benda kalian. Mulailah suatu cara hidup baru yang lebih khusus untuk kepadaku.”

Peristiwa ini segera mereka tanggapi dengan meninggalkan segala harta milik dan membagikannya kepada orang-orang miskin. Pakaian mereka yang mewah dahulu, diganti dengan pakaian yang serba sederhana. Dalam penampakan Bunda Maria yang berikutnya, Bunda Maria meminta mereka untuk mengenakan pakaian berwarna hitam sebagai kenangan akan penderitaan yang menimpa Yesus.

Mereka segera menyambut baik anjuran itu dan mendirikan sebuah ordo baru yang disebut ordo Hamba-hamba Maria atau Ordo Servit. Bonfilio bersama kawan-kawannya menolak jabatan-jabatan yang tinggi dalam gereja.

Mereka mengundurkan diri dari kesibukan dagang di kota yang ramai kepada kesunyian di pegunungan. Ordo Servit yang mereka dirikan mengutamakan doa bersama dan penghormatan kepada Maria. Para anggotanya berkarya sebagai pengkhotbah, pekerja sosial dan seniman.

Mereka mengutamakan suasana tenang dan berdoa dalam satu biara. Dari tujuh sekawan itu, Alexius Falkonieri mempunyai keistimewaan. Ia menolak tabhisan imamat karena lebih suka mengerjakan tugas-tugas yang hina dan lebih mengutamakan karya penyebaran devosi kepada Bunda Maria.

Dari antara kawan-kawannya dialah yang meninggal terakhir. Alexius Falkonieri wafat pada tahun 1310. Sebelum meninggal Alexius berkata : “Berbahagialah orang-orang yang dengan setia mengabdikan diri kepada Yesus dan Ibunda Nya, Maria.”

Penulis naskah : Arief Setyawan

Pengisi suara : Dionisius Agus Puguh

SANTO ONESIMUS

Kisah Orang Kudus 16 Februari 2023: Santo Onesimus

Onesimus adalah hamba santo Filemon di Kolose, Frigia, Asia Kecil. Karena mencuri, ia melarikan diri ke Roma untuk menghindari hukuman. Di sana ia bertemu dengan Santo Paulus dan menerima pewartaan iman akan Yesus Kristus, lalu dibaptis. Hubungan baik antara Paulus dan Filemon dipergunakan Paulus untuk mendamaikan Onesimus dengan mantan majikannya itu.

Paulus menulis surat meminta agar Onesimus diterima kembali bukan sebagai budak melainkan sebagai saudara. Paulus minta supaya kebebasan penuh diberikan kepada Onesimus. Karena di mata Tuhan tidak ada seorang pun dilahirkan sebagai hamba atau budak. Betapa beruntungnya Onesimus, ia kemudian kembali kepada Paulus di Roma. Selanjutnya Onesimus diangkat sebagai uskup di Efesus menggantikan Santo Timotius.

Keberhasilan Onesimus membangkitkan iri hati para musuhnya. Onesimus ditangkap lalu dikirim kepada Tertule, Gubernur Romawi. Onesimus dipaksa menyembah dewa-dewa Romawi. Namun dengan tegas Onesimus menolak serta menentang Tertule,sehingga tangan dan kaki Onesimus dipotong, lalu ia dirajam hingga tewas.

Penulis naskah : Arief Setyawan

Pengisi suara : Sastrodikromo

SANTO KLAUDIUS DE LA KOLOMBIERE

Kisah Orang Kudus 15 Februari 2023: Santo Klaudius de la Kolombiere

Klaudius dilahirkan pada tanggal 2 Februari 1641 di Rhône, Perancis, dalam sebuah keluarga bangsawan Perancis. Pada tahun 1659 Pater Klaudius menggabungkan diri dalam Serikat Yesus. Ia menjadi bapa pengakuan suster-suster Visitasi, di sanalah ia mengenal santa Maria Margaretha Alacoque.

Maria Margaretha menerima pesan dari Tuhan Yesus untuk menyebarluaskan devosi kepada Hati Yesus Yang Mahakudus di segenap penjuru Gereja. Tuhan Yesus sendiri menjanjikan kepada sang biarawati akan mengutus seorang imam yang saleh untuk membantunya.

Imam itu adalah Pater Klaudius de la Colombiere. Suster Margaretha menceriterakan penglihatannya dan Pater Klaudius meneguhkannya. Selanjutnya Klaudius dipindahkan ke London, Inggris, dimana saat itu agama Katolik dilarang disana. Klaudius bekerja keras di antara orang-orang Katolik yang dianiaya.

Pater Klaudius mendorong devosi kepada Hati Yesus Yang Mahakudus. Sesudah berkarya selama tiga tahun, Klaudius ditangkap dan dijatuhi hukuman mati. Dengan bantuan Louis ke 14, Klaudius berhasil dipulangkan ke Paray, Perancis.

Namun, karena tubuhnya yang lemah dan rapuh akibat berbagai macam siksa aniaya semasa di penjara, tak lama kemudian ia pun wafat pada tanggal 15 Pebruari 1682. Sehari sesudah wafatnya, Maria Margaretha Alacoque menerima kepastian dari surga bahwa Klaudius telah berada di surga. Santo Klaudius de la Colombiere dinyatakan kudus oleh Paus Yohanes Paulus ke 2 pada 31 Mei 1992.

Penulis naskah : Arief Setyawan

Pengisi suara : Sastrodikromo

SANTO SIRILUS DAN SANTO METODIUS

Kisah Orang Kudus 14 Februari 2023: Santo Sirilus dan Santo Metodius

Kedua bersaudara ini berasal dari Tesalonika, Yunani. Metodius dilahirkan pada tahun 815 dan Sirilus pada tahun 827. Keduanya menjadi imam dan memiliki keinginan kudus yang sama untuk mewartakan iman Kristiani. Mereka menjadi misionaris untuk bangsa-bangsa Slavia, Moravia, Bohemia dan Bulgaria.

Pada tahun 862, Raja Ratislaus dari Moravia memohon agar para misionaris diutus ke negaranya untuk mewartakan Kabar Gembira Yesus dan Gereja-Nya. Sang raja menambahkan satu permohonan lagi yaitu hendaklah para misionaris mewartakan kabar gembira dan berbicara dalam bahasa setempat.

Kedua bersaudara, Sirilus dan Metodius, menawarkan diri untuk menjadi sukarelawan dan diterima. Mereka tahu bahwa mereka akan diminta untuk meninggalkan negeri mereka sendiri, bahasa serta kebudayaan mereka. Demi cinta kepada Yesus, mereka melakukannya dengan suka hati.

Sirilus dan Metodius menciptakan abjad Slavia. Mereka menerjemahkan Kitab Suci dan liturgi Gereja ke dalam bahasa Slavia. Oleh karena jasa mereka, rakyat dapat menerima ajaran Kristiani dalam bahasa yang mereka mengerti.

Namun sebagian orang dalam Gereja tidak setuju dengan penggunaan bahasa setempat dalam liturgi Gereja. Kedua bersaudara itu harus menghadapi kritik serta kecaman. Kemudian mereka berdua dipanggil ke Roma untuk menghadap Bapa Suci. Orang-orang yang mengecam keduanya, senang dengan adanya panggilan dari Roma.

Namun, Paus Adrianus ke 2 justru menunjukkan rasa kagum serta terima-kasihnya kepada kedua misionaris tersebut. Paus Adrianus ke 2 menyetujui cara-cara yang mereka gunakan dalam mewartakan iman dan bahkan mengangkat mereka berdua menjadi uskup.

Sirilus, sang pertap, wafat pada 14 Februari 869, sebelum ia sempat ditahbiskan menjadi Uskup, sementara Metodius kemudian menjadi uskup. Metodius kembali ke bangsa-bangsa Slavia dan melanjutkan karyanya selama lima belas tahun lagi sebelum akhirnya wafat pada tanggal 6 April 885.

Penulis naskah : Arief Setyawan

Pengisi suara : Dionisius Agus Puguh